Niaga
: Buat B. Herry-Priyono
Namanya juga saudagar
Akalnya lebih banyak dari dagangannya
Air sudah, emas sudah, rempah sudah.
Ternyata, setelah sabar mendengar,
Tahulah ia, kebutuhan tidak menentukan, tapi ditentukan
Yang dijual tak bakal ada habisnya
Aha, itulah hakikat niaga!
pelan-pelan kubaca mantra:
“subur sarwa tinandur, murah sarwa tinuku.
subur sarwa tinandur, murah sarwa tinuku.
subur sarwa tinandur, murah sarwa tinuku.”
Namanya juga cendekia
Lebih banyak terjaga dari nyenyaknya
Orang menyangka itu sebabnya cepat tua
Uban atau botak lah jadinya
Sedih sudah ia, karena kemarin, yang tersisa tinggal cinta
Hari ini sudah dilelang di pasar pula
Aha, itukah hakikat niaga?
Krapyak,
15 Desember 2009