Kenapa Alkalamu
Alkalamu huwa allafdzu almurakkabu almufiidu bil wadl’i…
Blog ini sengaja dijuduli “alkalamu” lantaran penggalan kalimat itu yang pasti diingat oleh mereka yang mula-mula belajar gramatika Arab lewat kitab Al Ajrumiyyah. Sulit untuk membahasa-indonesiakan penggalan itu karena bagi saya ia adalah sebuah awal-mula yang sangat membekas. Penggalan kalimat itu saya jumpai saat berusia 8 tahun. Simbah kakung sendiri yang mengenalkannya. Bukan karena langsung menangkap maknanya, namun karena sampai empat kali mengkhatamkan kitab itu, saya masih sedemikian bebal. Benar-benar saya tak tahu, untuk apa mempelajarinya, selain karena terpaksa. Alkalamu mulanya misteri atau rembang senja dan selalu begitu sampai sekarang.
Dan dengan terkaget-kaget, seseorang pernah membisiki saya sebuah petikan dari Bibel, “en arkhe en logos”. Pada mulanya adalah firman (cat: padahal logos tak selalu bermakna firman). Alkalamu, sesudah itu, sekonyong-konyong datang menjerat, seraya menyingkapkan sedikit demi sedikit pesonanya. almurakkabu…bertumpuk-tumpuk, tindih menindih, berjalin-kelindan… almufiidu…menghadirkan aura, dunia hadir, jantung berdegup, nalar meliar, merayah makna…bil wadl’i, intensi, mengarah, menubuh, menyelimuti…
alkalamu adalah misteri, hingga kini
9 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- February 2009 (1)
- January 2009 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
pada mulanya adalah “kata” Gus…
Iya ustadz najib, nek melu kang fayyadl, logos yo kata, tapi aku kira di benak banyak orang kristiani “pada mulanya” ya tetap “firman”, bukan “kata”. Bahkan di barat ada unen-unen, “pada mulanya adalah pasar”. Hahaha
Kok ora Al Kalam wae, rak yo luwih gambang kelingan tho. He…He…
satu yang tertinggal, Gus: “pada mulanya adalah udut”. hahaha
menawi “bilwad’i” sing bhs arab npo sing kedah berakal ms?hehe
semoga alkalamu bisa jadi ”mufid”….amien
Wah ada Mas Kelik?
logos dan nomos..
opo kui??
duh apa-apa, semakin aku tak mengerti!!!!